Pada Bulan Januari 2025, tim Biologi Unpad mencatat prestasi membanggakan dalam dunia inovasi dengan terpilihnya proposal penelitian tentang serat alam rami (Boehmeria nivea) sebagai salah satu karya inovasi dalam program “116 Inovasi Indonesia 2024” yang telah ditetapkan oleh lembaga Business Innovation Center atau BIC. Inovasi ini berjudul “Rawramie: Inovasi Serat Alam Rami (Boehmeria nivea) sebagai Material Maju Berkelanjutan yang Berkualitas dan Ramah Lingkungan“.
Karya inovasi ini dikembangkan oleh dosen-dosen dari Departemen Biologi Unpad, yaitu Asri Peni Wulandari, M.Sc., Ph.D, Joko Kusmoro, Drs., M.P., dan Ruly Budiono, M.S., Ph.D. Selain itu, karya ini dikembangkan juga oleh Abdul Rohmat dan Ulyaa Rachmawati sebagai alumni dan mahasiswa magister dari Departemen Biologi Unpad, serta peneliti-peneliti dari BRIN. Dengan memanfaatkan bioteknologi yang dapat meningkatkan kekuatan serta daya tahan serat rami, Rawramie berpotensi menjadi material maju yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Inovasi ini mengadopsi proses cross-linking menggunakan Citric Acid dan Sodium Hypophosphite, yang secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik serat rami hingga mencapai 1.290,63 MPa—setara dengan kekuatan baja. Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan stabilitas termal dan daya tahan serat terhadap kelembapan, menjadikannya lebih tahan lama serta multifungsi untuk berbagai aplikasi industri.
Menurut para peninjau dari BIC, inovasi ini membuka peluang besar bagi pemanfaatan serat rami dalam industri tekstil fungsional, komposit biomaterial, hingga sektor otomotif dan konstruksi. Selain menawarkan alternatif material ramah lingkungan, pengembangan produk berbasis serat rami juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku tekstil di Indonesia. Inovasi ini mendapatkan kategori “SANGAT PROSPEKTIF” dan “SIAP DIKOMERSIALKAN” dengan peluang kerjasama bisnis yang sangat luas dengan berbagai sektor industri, dari otomotif hingga konstruksi.
“Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi serat alam rami agar bisa bersaing dengan material sintetis dan logam, tetapi tetap mempertahankan aspek keberlanjutannya,” ujar ibu Asri.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah sangat penting dalam mempercepat penerapan inovasi di dunia nyata. Departemen Biologi UNPAD berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu solusi bagi industri tekstil dan material di Indonesia dalam menghadapi tantangan keberlanjutan dan efisiensi bahan baku.
Prestasi yang diraih oleh ibu Asri beserta timnya diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada seluruh peneliti di luar sana untuk terus berkarya dan berinovasi untuk menciptakan terobosan ilmiah yang membawa manfaat luas bagi bangsa dan dunia.
Penulis: Rahmat Hibatul Hadi