Jatinangor, 21 Mei 2026 – Pada hari Senin, 18 Mei 2026, Departemen Biologi Unpad menyambut kedatangan sang alumni sukses yaitu Yus Rusila Noor. Beliau merupakan alumni Biologi Unpad angkatan 1983. Saat ini, beliau bekerja di Wetlands International Indonesia sebagai Direktur. Pada kesempatan ini, beliau hadir untuk membawakan kuliah umum mengenai “Pengelolaan dan Konservasi Lahan Basah”.
Kuliah umum berlokasi di Gedung PPBS B, Ruang 201, Universitas Padjadjaran. Kegiatan dihadiri banyak mahasiswa biologi angkatan 2025. Pak Yus menyoroti poin utama pertemuan kuliah umum ini yaitu mengenai Peran Biolog di Jalan LSM Lingkungan. Namun, sebelum memasuki inti kuliah umum, Pak Yus memberikan tips bagi seorang biolog agar mampu bersaing di dunia kerja yaitu tahap Differentiation, Positioning, dan Marketing.

Tahap diferensiasi atau differentiation digambarkan dengan “Saya tahu apa keahlian saya dan saya bisa segalanya, tapi saya berbeda”. Seorang biolog memiliki banyak pengalaman untuk mempelajari banyak hal, mulai dari genetika, botani, hingga ekologi. Namun, untuk bersaing dalam kehidupan nyata, seorang biolog harus mampu menguasai satu keahlian secara spesifik yang membedakannya dengan lulusan lain.
Sementara itu, dalam tahap pemosisian diri atau positioning digambarkan dengan “Karena saya berbeda, saya juara”. Dalam kondisi ini, seorang biolog harus mampu menempatkan diri di mata industri atau LSM, di mana seorang biolog harus yakin dengan keahlian spesifiknya untuk mengerjakan dan memecahkan permasalahan yang ada dalam industri. Dengan itu, keahliannya dapat memberikan kualitas sudut pandang yang positif.
Pada tahap marketing digambarkan dengan “Karena saya juara, maka pilihlah saya” artinya dengan keahlian yang terbukti di industri, seorang biolog harus mampu menawarkan keahliannya dengan percaya diri melalui portofolio, personal branding, hingga wawancara kerja yang baik. Langkah tersebut dapat membuka peluang seorang biolog untuk bersaing dalam dunia profesional.

Peran ilmu biologi sangat dibutuhkan dalam dunia LSM. Maka, hal tersebut dapat menjadi peluang biolog dalam dunia profesional kerja. Dalam merancang restorasi atau memetakan masalah ekosistem, ilmu biologi sangat digunakan untuk memperhitungkan kegagalan suatu pengendalian lingkungan. Sebagai contoh, dalam pemulihan ekosistem mangrove, diperlukan analisis struktur hidrologi dan suksesi alami laut. Tak hanya itu, pada restorasi lahan gambut diperlukan analisis faktor biologis lingkungan di sekitarnya, seperti pemeriksaan kondisi tanah hingga kapasitas penyimpanan karbon.
Bahkan, ilmu biologi berupa taksonomi dan biologi konservasi juga berperan penting dalam pengelolaan keanekaragaman hayati yaitu melalui pendataan kelangkaan jenis di ekosistem tertentu. Hal tersebut penting guna mempertahan spesies lokal yang tepat sasaran serta mencegah spesies invasif berada dalam suatu wilayah.
Melalui kuliah umum ini, diharapkan dapat membuka kesempatan generasi biolog muda untuk terus berkembang dan berani bersaing menuju masa depan sains yang berkelanjutan dan kompeten. Departemen Biologi mengucapkan terima kasih kepada Pak Yus Rusila Noor atas kesempatan dan waktunya untuk berbagi ilmu dengan mahasiswa dan seluruh sivitas biologi. Kami berharap kolaborasi antara akademisi dan LSM seperti Wetlands International Indonesia dapat terus terjalin dalam mendukung pengelolaan dan konservasi lingkungan.
Penulis: Nabiha Fatnunnisa
Dokumentasi: Muhamad Agung Triyudha Agustiana, S.Si., M.Si.