Jatinngor – Sabtu 10 Mei 2025 telah diselenggarakan Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia yang diselenggarakan oleh Masyarakat Biodiversitas Indonesia (MBI) bekerja sama dengan Univesitas Sebelas Maret, Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia. Seminar nasional dilaksanakan secara hybrid dengan Tema “Ekonomi Hijau Sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan Untuk Indonesia: Peluang dan Tantangan”.
Seminar ini menampilkan dua pembicara utama:
1. Prof. Dr.Suryanto, SE, Msi (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret)
2. Prof. Johan Iskandar, M.Sc., Ph.D (Departemen Biologi FMIPA, Universitas Padjadjaran)
Pada sesi paralel diikuti oleh 90 peserta dengan sub tema keanekaragaman genetis, keanekaragaman species, keanekaragaman ekosistem, etnobiologi dan sosial ekonomi serta Ilmu dan Teknologi Hayati. Pada sesi paralel dibagi kedalam 14 group.


Pada sesi paralel Prof. Dr. Budi Irawan, S.Si, M.Si, salah satu Dosen Departemen Biologi Unpad, terpilih menjadi Best Presenter dengan mempresentasikan riset dengan judul “Etnobotani lalaban pada masyarakat Blok Cicadas Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat”. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menggali pengetahuan masyarakat mengenai lalaban meliputi keanekaragaman jenis, organ yang dimanfaatkan, sumber perolehan, pemanfaatan dan pengolahan.
Prof. Budi Irawan, menyebutkan tidak menyangka menjadi salah satu dari tiga best presenter, banyak pemakalah yang mempresentasikan dengan baik. Namun, beliau tetap berusaha untuk menyampaikan materi sebaik-baiknya, mengingat banyaknya gempuran produk asing dan perubahan budaya menyebabkan berubahnya budaya kuliner termasuk mengonsumsi lalaban, khususnya generasi sekarang.

Seminar Nasional ini tidak hanya menjadi wadah untuk bertukar ilmu dan memperkuat jejaring akademik, tetapi juga menegaskan pentingnya peran pengetahuan lokal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau. Keberhasilan Prof. Dr. Budi Irawan sebagai Best Presenter menjadi contoh nyata bagaimana riset berbasis kearifan lokal seperti etnobotani lalaban mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pelestarian biodiversitas dan budaya kuliner tradisional. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat dan akademisi terhadap pentingnya keanekaragaman hayati serta potensi sosial ekonominya dapat semakin meningkat, sejalan dengan upaya menjaga ketahanan budaya dan lingkungan di tengah tantangan globalisasi.
Penulis: Rahmat Hibatul Hadi
Dokumentasi: Prof. Dr. Budi Irawan M.Si