Jatinangor, 24 Mei 2025 — Telah dilaksanakan kegiatan “Pioneers Entomology Talk Chapter II” yang diselenggarakan oleh Departemen Entomologi Himbio Unpad di Gedung PPBS B ruang 103. Kegiatan ini menghadirkan alumni Biologi angkatan 2020, Teh Shofi Afiya Syahbani, S.Si., sebagai pemateri utama. Melalui sesi ini, peserta diajak untuk mengenal lebih dalam tentang dunia serangga, baik dari sisi anatomi, identifikasi, hingga perannya dalam ekosistem.

Teh Shofi Afiya Syahbani, S.Si. sebagai Pemateri Utama
Dalam sesi pematerian, Teh Shofi menjelaskan struktur dasar tubuh serangga yang terdiri dari tiga bagian utama: kepala, dada (thoraks), dan abdomen. Ia juga memperkenalkan salah satu ciri khas serangga yaitu jumlah kakinya yang enam (hexapoda), yang membedakannya dari hewan lainnya seperti ulat, laba-laba, dan kelabang. Untuk memperkuat pemahaman peserta, sesi ini juga diselingi dengan permainan membedakan antara serangga (Insecta) dan hewan lainnya.
Setelah itu, peserta diperkenalkan pada berbagai metode identifikasi serangga. Teh Shofi membagi metode ini menjadi dua pendekatan: tradisional dan modern. Metode tradisional meliputi pengumpulan spesimen, penggunaan kunci identifikasi, serta pengamatan morfologi yang biasanya dilihat dari bentuk antena dan sayap. Sementara itu, metode modern mencakup teknik analisis DNA (DNA barcoding), penglihatan komputer, Next Generation Data (NGD), dan berbagai teknologi lainnya yang kini mulai banyak digunakan dalam studi entomologi.

Pematerian oleh Teh Shofi

Cara Mengidentifikasi Serangga
Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah penjelasan tentang serangga sebagai bioindikator, yaitu organisme yang dapat memberikan petunjuk tentang kondisi lingkungan suatu wilayah. Teh Shofi menyampaikan bahwa serangga merupakan kelompok hewan yang paling terdampak oleh perubahan lingkungan, sehingga kehadiran dan keberadaannya sangat penting untuk dianalisis.
Beberapa contoh serangga sebagai bioindikator yang dijelaskan antara lain:
- Air: Ordo Odonata (capung-capungan)
- Tanah: Springtail, rayap, semut, dan kumbang tanah
- Udara: Paper wasp dan aphids
- Pencemaran industri: Kupu-kupu Biston
- Polusi cahaya: Kunang-kunang dan kupu-kupu raja
- Perkiraan musim: Tonggeret


Bermain Tebak Serangga
Sebagai tips praktis, Teh Shofi menyarankan peserta untuk mulai menghafal ordo serangga secara bertahap. “Cara mudah untuk menghafal identifikasi adalah mengenal taksonomi dan perbedaan anatomi pada serangga secara sederhana. Lalu hafalkan saja ordo yang paling kalian ingin tahu lebih dulu secara bertahap,” pesannya.
Untuk menyegarkan suasana setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking berupa pembuatan origami kupu-kupu. Peserta diajak berkreasi bersama dan diberikan tantangan lomba membuat origami tercepat. Tiga peserta tercepat mendapatkan hadiah menarik dari panitia.

Membuat Origami Kupu-Kupu

Penyerahan Sertifikat oleh Panitia
Sebagai penutup, panitia menyerahkan sertifikat kepada Teh Shofi sebagai bentuk apresiasi atas materi yang telah disampaikan. Seluruh peserta juga mendapatkan hadiah partisipasi, dan kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.
Kegiatan Entomology Talk Chapter II ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan peserta terhadap dunia entomologi, serta memperkuat dasar keilmuan mereka dalam bidang biologi lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan serangga.

Foto Bersama Seluruh Peserta
Penulis: Rahmat Hibatul Hadi
Dokumentasi: Haykal Avisenna Fachruddin & Rahmat Hibatul Hadi