Bandung, 22 Mei 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang jatuh pada tanggal 22 Mei, Departemen Biologi Universitas Padjadjaran membantu kegiatan yang bertajuk Social Empowering Local Diversity di kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman KEHATI), Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.. Kegiatan ini diselenggarakan oleh berbagai pihak, seperti Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Sekatha.id, dan Pinkinatures.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati lokal,
- Mendorong keterlibatan generasi muda dan komunitas dalam kegiatan edukasi lingkungan,
- Menjalin kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem kota yang berkelanjutan.

Foto Bersama Seluruh Peserta
Rangkaian Kegiatan Edukatif dan Interaktif
Social Empowering Local Diversity terbagi menjadi beberapa sesi menarik dan edukatif, yaitu:
- Observasi kupu-kupu,
- Sharing session keanekaragaman tumbuhan lokal,
- Pengamatan burung dan pengendalian ular.
Edukasi Keanekaragaman Kupu-Kupu untuk Anak-anak
Sesi pertama dimulai dengan observasi kupu-kupu yang ditujukan kepada siswa sekolah dasar dan peserta umum. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada berbagai jenis kupu-kupu beserta peran ekologisnya sebagai penyerbuk dan indikator lingkungan sehat. Peserta diajak berkeliling taman untuk menangkap kupu-kupu menggunakan jaring serangga. Kupu-kupu yang tertangkap kemudian diamati ciri-ciri morfologinya.

Anak SD Menangkap Kupu-Kupu

Peserta Menggambar Kupu-Kupu
Kegiatan ini ditutup dengan sesi menggambar kupu-kupu secara bebas dan kreatif, yang mengajak anak-anak untuk mengapresiasi keindahan dan keragaman makhluk hidup di sekitar mereka.
Sharing Session: Potensi dan Bahaya Tumbuhan di Sekitar Kita
Sesi selanjutnya adalah sharing session bersama Drs. Joko Kusmoro, M.P., yang memaparkan klasifikasi dasar tumbuhan, mulai dari lumut hingga tumbuhan tingkat tinggi. Ia juga menjelaskan mengenai tumbuhan yang memiliki manfaat maupun potensi bahaya bagi manusia. Salah satu contoh unik yang disampaikan adalah Paku Kuda, tumbuhan paku yang bisa digunakan sebagai alat gosok tradisional.

Sharing Session Potensi Tumbuhan

Sharing Session Bersama Pak Joko
Pak Joko juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan bagian tumbuhan yang telah mati sebagai kompos alami, yang bisa menyuburkan tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Tantangan dan Peluang Konservasi di Kota Bandung
Dalam kesempatan yang sama, Pak Alan, Ketua Taman KEHATI Kota Bandung, menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam menjaga keanekaragaman hayati di perkotaan adalah semakin maraknya pembangunan infrastruktur yang seringkali tidak mempertimbangkan aspek lingkungan.

Pak Alan, Ketua Taman KEHATI Bandung
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga dan merawat keanekaragaman hayati di tengah kota. Taman KEHATI seluas 4,6 hektar ini terbuka untuk kerja sama dan penelitian dari mahasiswa maupun komunitas,” ujarnya.
Kendala Cuaca Tak Halangi Semangat Belajar
Sesi terakhir, yakni pengamatan burung dan sesi pengendalian ular (handling), sempat terkendala karena cuaca hujan. Meskipun demikian, peserta tetap mendapatkan materi edukatif mengenai pengenalan jenis-jenis burung dan reptil, serta tetap berkesempatan mempraktikkan handling ular yang telah disiapkan oleh panitia dengan standar keamanan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk konkret keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati secara inklusif dan edukatif. Melalui pendekatan yang melibatkan berbagai kalangan, diharapkan semangat menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini dan terus berkembang dalam skala yang lebih luas.

Penyerahan Simbolis kepada Pak Alan
Penulis: Rahmat Hibatul Hadi
Dokumentasi: Haykal Avisenna Fachruddin & Panitia