Seiring berjalannya waktu dan perkembangan infrastruktur menyebabkan beberapa masalah terhadap lingkungan. Tidak hanya itu, aktivitas manusia seperti perburuan liar dan perdagangan ilegal juga mendorong terjadinya proses masalah lingkungan. Dan hal tersebut mengakibatkan adanya perselisihan antara manusia dan makhluk hidup lainnya, terutama dengan kelompok hewan herpetofauna. Dimana kelompok hewan ini sering mendapatkan stigma negatif dari masyarakat serta dianggap sebagai hewan yang membahayakan oleh manusia. Sehingga tidak jarang hal tersebut menjadi pemicu munculnya konflik antara herpetofauna dan manusia.
Sebagai kelompok hewan yang peka terhadap perubahan lingkungan, distribusi dari herpetofauna ini sangat dipengaruhi oleh keadaan habitatnya. Ketika habitat yang ditempatinya mengalami kerusakan, beberapa herpetofauna cenderung meninggalkan daerah tersebut. Sehingga herpetofauna dijadikan sebagai indikator biologi di alam. Seperti yang kita ketahui rusaknya suatu habitat selain disebabkan oleh aktivitas alam dapat juga disebabkan oleh aktivitas manusia. Dan hal tersebut menjadi pemicu terjadinya konflik antara herpetofauna dan manusia. Konflik sering didefinisikan sebagai suatu hal yang saling mempengaruhi dimana salah satu pihaknya merasa dirugikan. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan saat ini, siapa yang dirugikan dalam konflik antara hewan dan manusia?
Konflik antara herpetofauna dengan manusia akan selalu terjadi seiring bertambahnya jumlah demografi manusia. Dan konflik yang dimaksud akan mengandung arti yang luas tergantung kepada persepsi dari masing-masing orang. Pasalnya selain respon herpetofauna yang sebagian besar merupakan hewan yang berbahaya, manusia akan turut andil menjadi salah satu yang merugikan terhadap kehidupan herpetofauna. Dengan adanya andil manusia dalam penyebab konflik, dapat menyebabkan penurunan jumlah atau populasi herpetofauna. Dan salah satu faktor utama dari hilangnya herpetofauna adalah aktivitas manusia.
Artikel selengkapnya: http://himbio.fmipa.unpad.ac.id/animal-conflict-and-human-attitude-towards-herpetofaunakonflik-hewan-dan-sikap-manusia-terhadap-herpetofauna/