Alumni Program Studi Biologi yang saat ini menyandang gelar sebagai Periset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mencatat histori baru dengan hasil temuan spesies barunya. Ayu Savitri Nurinsiyah, berhasil mengidentifikasi spesies keong darat yang diberi nama “Dayang Merindu”. Sampel ditemukan di dalam Gua Putri pada tahun 2021 saat melakukan Ekspedisi Karakterisasi dan Valuasi Kawasan Ekosistem Esensial Karst di Sumatra. Sampel diidentifikasi melalui tahap pengamatan morfologi cangkang, perbandingan spesimen, hingga analisis data.
Nama “Dayang Merindu” diambil berdasarkan cerita legenda yang terkenal di masyarakat. Ciri khas batunya yaitu berukuran kecil dengan diameter dan tinggi cangkang dibawah 5 mm, berwarna putih bersih, serta memiliki tabung yang pendek dan menggembung. Untuk saat ini keberadaan keong Dayang Merindu (Chamalycaeus dayangmerindu) hanya dapat dijumpai di kawasan Padang Bindu, Sumatra Selatan.

Penelitian yang dilakukan merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya dan Széchenyi István University, Hungaria. Hasil penelitian dipublikasi dalam Jurnal Ilmiah bereputasi tinggi yaitu Zookeys dengan judul “Operculate land snails (Gastropoda, Caenogastropoda, Cyclophoroidea) from Pada Bindu Karst, South Sumatra, Indonesia with the description of a new species, Chamalycaeus dayangmerindu”.
Penulis: Nabiha Fatnunnisa
Referensi: Aulia, L. N., Nurinsiyah, A. S., Mujiono, N., Páll-Gergely, B., & Ambarwati, R. (2026). Operculate land snails (Gastropoda, Caenogastropoda, Cyclophoroidea) from Padang Bindu Karst, South Sumatra, Indonesia with the description of a new species, Chamalycaeus dayangmerindu. ZooKeys, 1272, 1.