Kelelawar: Sang Pahlawan Malam Penjaga Alam

Kelelawar merupakan mamalia dari ordo Chiroptera yang artinya sayap tangan. Hal ini dikarenakan kelelawar memiliki 5 jari yang panjang yang terhubung dengan lapisan kulit yang tipis. Struktur ini menjadikan kelelawar satu-satunya mamalia yang bisa terbang dengan sayap yang bisa dirapatkan layaknya merapatkan jari.

Ada dua jenis utama kelelawar: kelelawar mikro dan kelelawar mega. Kebanyakan kelelawar adalah kelelawar mikro, yang memakan serangga seperti ngengat, yang keluar pada malam hari. Kelelawar vampir adalah satu-satunya spesies kelelawar mikro yang memakan darah, bukan serangga. Namun, jangan khawatir kelelawar hanya meminum darah dari sapi dan kuda, bukan manusia.

Kemampuan Unik

Kelelawar merupakan salah satu mamalia kecil yang luar biasa. hal ini dikarenakan kelelawar mempunyai kemampuan-kemampuan yang unik. Beberapa kemampuan kelelawar diantaranya:

  1. Kemampuan Ekolokasi

Untuk menjelajahi gua-gua gelap dan berburu di malam hari, kelelawar mikro umumnya mengandalkan ekolokasi. Ekolokasi adalah cara untuk memahami lingkungan seseorang dengan memantulkan suara frekuensi tinggi dari objek dan mendengarkan gemanya. Dari gema ini, kelelawar dapat menghitung jarak, ukuran, dan bentuk objek. Sonar alami ini sangat canggih sehingga beberapa kelelawar dapat mendeteksi objek sekecil lebar rambut manusia atau mengenali perbedaan penundaan gema kurang dari satu mikrodetik.

  1. Bergelantung

Nenek moyang kelelawar (atau pra-kelelawar) hidup di pohon, berburu serangga kecil saat mereka bergerak di sepanjang kulit pohon. Karena jauh lebih sulit untuk berlari memanjat pohon mengejar serangga, pra-kelelawar akan menunggu, menghadap ke bawah hingga mangsa naik ke batang pohon. Dengan begitu mereka dapat dengan mudah berlari ke bawah jika mereka melihat sesuatu yang lezat.

Mereka menggunakan tangan dan mulut mereka untuk menangkap mangsa dan bergelantungan di kaki belakang mereka. Hal ini menyebabkan adaptasi pada cakar mereka yang memungkinkan tendon mereka terkunci pada tempatnya ketika mereka bergelantungan. Itulah mengapa kelelawar bisa bergelantungan terbalik tanpa menggunakan otot, dan nyaris tanpa energi. Maka dari itu, kelelawar tidur secara terbalik untuk mengefisiensi energi dan terhindar dari predator berbahaya.

  1. Terbang

Kemampuan terbang kelelawar juga merupakan buah dari evolusi. Namun, kemampuan terbang kelelawar jauh berbeda dengan kemampuan terbang pada burung. Burung memiliki tulang berongga-termasuk beberapa yang “dipompa” dengan kantong udara agar lebih ringan sedangkan kelelawar tidak. Di sisi lain, tulang-tulang pada kelelawar lebih ringan tapi tidak mampu menahan tekanan tubuhnya sendiri sehingga membuat kelelawar lebih diuntungkan untuk terbang daripada berjalan. Kecepatan terbang kelelawar berbeda-beda tergantung spesiesnya. Rata-rata kecepatan kelelawar berkisar antara 20-30 Km/Jam. Kelelawar terbang tercepat dimiliki oleh kelelawar berekor bebas Brasil (Tadarida brasiliensis) dengan kecepatan 160 Km/jam.

  1. Umur Panjang

Umumnya mamalia kecil memiliki rentang usia yang sebentar dibanding mamalia besar. Akan tetapi, berbeda dengan mamalia terbang satu ini. Kelelawar memiliki umur yang panjang jika dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka. Kelelawar tertua yang tercatat adalah kelelawar Brandt kecil di Rusia yang memiliki berat kurang dari seperempat ons, tetapi dapat hidup setidaknya selama 41 tahun.

Para ilmuwan meneliti rahasia umur panjang mereka. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur telomer pada kelelawar memiliki umur yang paling panjang dan memiliki penyusutan telomer yang lambat. Umumnya pada sebagian besar hewan, struktur telomer cenderung memendek seiring bertambahnya usia. Proses ini sangat berkaitan dengan kerusakan dan kematian sel yang berhubungan dengan usia suatu makhluk hidup.

  1. Resistensi Virus

Selain hidup lebih lama, kelelawar tetap sehat sepanjang hidup mereka, dengan insiden kanker yang sangat rendah. Kelelawar juga dapat terinfeksi virus yang mematikan, seperti rabies dan Ebola, tanpa jatuh sakit. Menurut para peneliti, mereka menyatakan bahwa kemampuan daya tahan kelelawar terhadap berbagai macam virus disebabkan oleh kemampuan unik kelelawar dalam menyeimbangkan respon protektif dan patologis. Selain itu, dikarenakan aktivitas terbangnya, menagkibatkan metabolisme pada kelelawar sangat cepat sehingga dapat mendukung respon imun terhadap penyakit.

Untuk mengetahui bagaimana caranya, para ilmuwan mempelajari genetika kelelawar, yang telah mengungkapkan beberapa petunjuk. Analisis terbaru terhadap genom enam spesies kelelawar mengungkapkan adanya perlombaan senjata evolusioner yang telah berlangsung lama antara kelelawar dan virus. Sebagai contoh, gen kelelawar yang terlibat dalam imunitas dan peradangan berubah secara berkala dari waktu ke waktu, kemungkinan besar sebagai respons terhadap infeksi virus, yang dengan sendirinya berevolusi menjadi cara yang lebih baik untuk menginfeksi kelelawar.

Peran Ekologi

Keunikan dan kemampuan kelelawar dimanfaatkan untuk berperan aktif terhadap lingkungan di sekitarnya. Itulah mengapa kelelawar disebut juga dengan “Pahlawan Malam Penjaga Alam”. Kelelawar berperan dalam menjaga pertanian dan perkebunan dari serangan hama. Hal ini sangat menguntungkan para petani karena dapat menyimpan jutaan rupiah untuk biaya pestisida. Kelelawar juga berperan dalam membantu penyerbukan pada tumbuhan. Diketahui lebih dari 500 jenis tumbuhan terbantu penyerbukannya oleh kelelawar, termasuk pisang, mangga, dan alpukat. Selain itu, sebagai hewan yang gemar memakan buah, kelelawar membantu menyebarkan benih sehingga hutan dapat kembali tumbuh dan mencegah penggundulan hutan.

Kelelawar bukan hanya mamalia terbang satu-satunya, tetapi juga makhluk luar biasa dengan beragam kemampuan unik. Tidak kalah penting, kelelawar memegang peranan besar dalam ekosistem, terutama dalam pengendalian hama dan penyerbukan tanaman. Oleh karena itu, menjaga populasi kelelawar sama pentingnya dengan menjaga keseimbangan alam secara keseluruhan. Kelelawar bukanlah makhluk menyeramkan seperti yang sering digambarkan, melainkan pahlawan malam yang patut dihargai.

Penulis: Rahmat Hibatul Hadi

Kategori
Scroll to Top

Dosen Program Sarjana

Prof. Dr. Johan Iskandar, M.Sc.

NIP: 19530807 198103 1 006
NIDN: 0007085311
Google scholar: [TAUTAN]
Scopus ID: 56445737300
Sinta ID: 6103850
Kepakaran: Etnobiologi dan Ekologi Manusia
Email: [email protected]
[Biodata]

Prof. Dr. Erri Noviar Megantara

NIP: 19571103 198603 1 004
NIDN: 0003115705
Google scholar: [TAUTAN]
Scopus ID: 47962052500
Sinta ID: 6089600
Kepakaran: Konservasi Lingkungan Hayati, Penilaian Lingkungan, Ekologi Konservasi Satwa Liar, dan Primatologi.
Email: [email protected]
[Biodata]

Prof. Dr. Wawan Hermawan, MS.

NIP: 19620527 198810 1 001
NIDN: 0027056203
Google scholar: [TAUTAN]
Scopus ID: 57206178765
Sinta ID: 6002564
Kepakaran: Entomologi dan Pengelolaan Hama
Email: [email protected]
[Biodata]

Prof. Dr. Nia Rossiana, MS.

NIP: 19580411 199803 2 001
NIDN: 0011045806
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57190934596
Sinta ID: 6041992
Kepakaran: Mikrobiologi Lingkungan, Bioremediasi
Email: [email protected] atau [email protected]
[Biodata]

Prof. Dr. Ratu Safitri, MS.

NIP: 19620318 198610 2 001
NIDN: 0018056203
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57190934596
Sinta ID: 6019773
Kepakaran: Mikrobiologi Industri, Fermentasi, dan Biokimia
Email: [email protected]
[Biodata]

Prof. Dr. Sunardi, M.Si.

NIP: 19690530 199702 1 001
NIDN: 0030056901
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57211950790
Sinta ID: 6649906
Kepakaran: Ekologi Perairan dan Ekologi Polusi
Email: [email protected]
[Biodata]

Prof. Dr. Budi Irawan, S.Si., M.Si.

NIP: 19731228 199903 1 003
NIDN: 0028127303
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 56979193000
Sinta ID: 6021863
Kepakaran: Biosistematika
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Desak Made Malini, M.Si.

NIP: 19671030 199203 2 001
NIDN: 0030106701
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57196435752
Sinta ID: 6088540
Kepakaran: Struktur dan Perkembangan Hewan
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Tia Setiawati, M.Si.

NIP: 19700622 199702 2 001
NIDN: 0022067007
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57190934159
Sinta ID: 6088525
Kepakaran: Anatomi Fisiologi Tumbuhan dan Kultur Jaringan
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Teguh Husodo, M.Si

NIP: 19681213 199703 1 001 
NIDN: 0013126802
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57191540149
Sinta ID: 6083699
Kepakaran: Ekologi dan Konservasi tumbuhan
Email: [email protected]
[Biodata]

Asri Peni Wulandari, M.Sc., Ph.D

NIP: 19650813 199002 2 002 
NIDN: 0013086509
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 6503951376
Sinta ID: 6088811
Kepakaran: Mikrobiologi Terapan dan Bioteknologi Biomassa
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr.rer.nat. Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi, M.Si

NIP: 19740211 200501 2 001
NIDN: 0011027403
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57190940421
Sinta ID: 6088543
Kepakaran: Ekologi Kelautan
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Mia Miranti Rustama, MP.

NIP: 19701118 199512 2 001
NIDN: 0018117004 
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57190934349
Sinta ID: 6088501
Kepakaran: Mikrobiologi dan Virologi
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Melanie, S.Si., M.Si

NIP: 19781129 200312 2 002
NIDN: 0029117805
Google scholar: [TAUTAN]
Scopus ID: 39561336800
Sinta ID: 6615682
Kepakaran: Biosistematika Invertebrata, Entomologi, Pengendalian Hayati, dan Biopestisida Nano Formula
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Mohamad Nurzaman, M.Si

NIP: 19690714 199503 1 002
NIDN: 0014076901
Google scholar: [TAUTAN]
Scopus ID: 56598018400
Sinta ID: 6024501
Kepakaran: Struktur dan Fisiologi Tumbuhan : Kultur Jaringan
Email: [email protected]
[Biodata]

Dra. Nining Ratningsih, M.I.L.

NIP: 19610315 198503 2 001 
NIDN: 0015036110
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57192379999
Sinta ID: 6088531
Kepakaran: Fisiologi Hewan
Email: [email protected]
[Biodata]

Annisa, M.Si., Ph.D

NIP: 19780204 200604 2 001
NIDN: 0004027804
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 36631467200
Sinta ID: 6080894
Kepakaran: Genetika dan Molekular Tumbuhan
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Asep Zainal Mutaqin, S.Si., MT.

NIP: 19760131 201012 1 002
NIDN: 0031017605
Google scholar: [TAUTAN]
Scopus ID: 57191976655
Sinta ID: 6088775
Kepakaran: Anatomi Fisiologi Tumbuhan dan Kultur Jaringan
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Keukeu Kaniawati Rosada, M.Si.

NIP: 19751019 200801 2 003
NIDN: 0019107506
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 56316560200
Sinta ID: 6001249
Kepakaran: Ekologi Mikroba dan Perairan
Email: [email protected]
[Biodata]

Nurullia Fitriani, S.Si, MT.

NIP: 19790423 200812 2 003
NIDN: 0023047907
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57194565824
Sinta ID: 6648010
Kepakaran: Ekologi Terestrial
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Susanti Withaningsih, M.Si.

NIP: 19760519 201604 4 001
NIDN: 0019057606 
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57195276031
Sinta ID: 6648010
Kepakaran: Keanekaragaman Hayati dan Ilmu Pengetahuan Berkelanjutan
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Madihah, S.Si., M.Si.

NIP: 19820131 200801 2 005
NIDN: 0031018204
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57202968324
Sinta ID: 6221656
Kepakaran: Struktur dan Perkembangan Hewan
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Suryana, S.Si., MP.

NIP: 19690708 199702 1 001 
NIDN: 0007086901 
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57204607492
Sinta ID: 6643688
Kepakaran: Taksonomi Tumbuhan
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Yasmi Purnamasari Kuntana, S.Si., MP.

NIP: 19720920 199803 2 011
NIDN: 0020097201
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57891231300
Sinta ID: 6650035
Kepakaran: Histopatologi dan Perkembangan Hewan
Email: [email protected]
[Biodata]

Drs. Joko Kusmoro, M.P.

NIP: 19600801 199101 1 001 
NIDN: 0001086001
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57193730114
Sinta ID: 6649927
Kepakaran: Taksonomi Tumbuhan Tinggi
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Indri Wulandari, S.Si., M.I.L

NIP: 19870725 201604 4 001
NIDN: 0025078702
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57211779475
Sinta ID: 6648765
Kepakaran: Ekologi Terestrial dan Keanekaragaman Hayati
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Sri Rejeki Rahayuningsih, M.Si.

NIP: 19670228 199103 2 001 
NIDN: 0028026706
Google scholar: –
Scopus ID: 57207977188
Sinta ID: 6088588
Kepakaran: Biologi Sel, Genetika dan Mikrobiologi
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Drs. Ruly Budiono, MS.

NIP: 19610407 198503 1 001
NIDN: 0007046102
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: –
Sinta ID: 6083531
Kepakaran: Fisiologi Tumbuhan
Email: [email protected]
[Biodata]

Dr. Eneng Nunuz Rohmatullayaly, M.Si.

NIP: 19880803 201903 2 010
NIDN: 0003088806
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 57196452822
Sinta ID: 6706975
Kepakaran: Biologi Manusia
Email: [email protected]
[Biodata]

Febri Doni, Ph.D

NIP: 19890207 202109 3 001
NIDN: 0007028907
Google scholar: [TAUTAN] 
Scopus ID: 56183641700 
Sinta ID: 6786192
Kepakaran: Interaksi Molekuler Tanaman-Mikroba, Phytomicrobiome, dan Sistem Intensifikasi Padi
Email: [email protected]
[Biodata]

Yolani Syaputri, Ph.D

NIP: 199306292021094001
NIDN: 0029069306
Google scholar:[TAUTAN] 
Scopus ID: 57205441626
Sinta ID: 6786189
Kepakaran: Mikrobiologi
Email: [email protected]
[Biodata]

Rusdi Hasan, M.Si., Ph.D.

NIP: 196807051993031002
NIDN: 0005076807
Google Scholar: [TAUTAN]
Scopus ID: 12770887500
Sinta ID: 6041111
Kepakaran: Anatomi, dan Fisiologi Tumbuhan, Biologi Sel & Perkembangan Tumbuhan.
Email: [email protected]
[Biodata]

Muhamad Agung Triyudha Agustiana, S.Si., M.Si.

NIP: 199705052024061002
NIDN: –
Google Scholar: [TAUTAN]
Scopus ID: –
Sinta ID: 6919474
Kepakaran: Ekologi Laut, Remote Sensing, Makroalga.
Email: [email protected]
[Biodata]

Dinda Hani’ah Arum Saputri, S.Si., M.Si.

NIP: 199510012024062001
NIDN: –
Google Scholar: [TAUTAN]
Scopus ID: –
Sinta ID: 6942780
Kepakaran: Stem Cell, Biomolekuler, Biosistem.
Email: [email protected]
[Biodata]