Jatinangor, 7 Mei 2026 – Mahasiswa Biologi Unpad semester 4 telah melakukan kegiatan Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Topik praktikum yang dibahas yaitu mengenai kurva tumbuh dan dominansi apikal. Praktikum dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Mei 2026 di Laboratorium Ajar, Departemen Biologi, Universitas Padjadjaran. Praktikum dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kurva tumbuh pada tanaman dan melihat dominansi apikal pada tanaman.

Sebelum melakukan praktikum, mahasiswa diberikan soal pretest untuk menguji pemahaman mahasiswa. Kemudian, kegiatan praktikum dimulai dengan responsi praktikum yang dipandu oleh seorang asisten laboratorium tiap kelompok. Praktikum terbagi menjadi 2 kelas dan masing-masing kelas memiliki 4 kelompok. Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah mistar (skala mm) atau jangka sorong, spidol, kertas saring, kaca objek, tali, label, dan gelas. Sementara itu, bahan yang digunakan yaitu akuades, tanaman kacang merah, tanaman jagung, lanolin tanpa IAA, dan lanolin dengan 1% IAA.
Untuk melakukan praktik kurva tumbuh, mahasiswa diminta untuk memotong kertas saring sesuai ukuran dalam gelas dan dibasahi dengan air secukupnya. Kemudian, mahasiswa melanjutkan praktik dengan menanam 3 benih kacang merah pada gelas plastik yang berisi kertas saring. Nantinya, jika kertas saring kembali kering perlu ditambahkan kembali air secukupnya dan diamati selama 7 hari ditandai menggunakan spidol dari ujung atas epikotil ke bawah dengan interval 2 mm sebanyak 10 garis. Setelah 48 jam, mahasiswa diminta untuk menghitung rata-rata perpanjangan yang terjadi pada setiap interval.


Beda halnya dengan akar jagung, kertas saring digunakan untuk membungkus kaca objek dan diberi akuades. Mahasiswa memilih 3 kecambah jagung yang berakar lurus dan diikat dengan kaca objek oleh tali. Pada praktik akar jagung, air diisi ¼ bagian dan diamati selama 7 hari ditandai menggunakan spidol dari ujung akar dengan interval 2 mm sebanyak 10 garis. Setelah 48 jam, mahasiswa diminta untuk menghitung rata-rata perpanjangan yang terjadi pada setiap interval.
Pada praktik dominansi apikal, mahasiswa memilih 9 tanaman yang seragam dengan masing-masing perlakuan membutuhkan 3 tanaman. Kelompok pertama dibiarkan hidup tanpa gangguan, kelompok kedua dipotong bagian pucuk apikalnya dan ditutup bekas lukanya dengan lanolin tanpa IAA, serta kelompok ketiga perlakuan sama seperti kelompok 2 tetapi menggunakan 1% IAA. Tanaman diminta untuk dibiarkan selama satu minggu dan diamati pertumbuhan tunas lateralnya pada setiap kelompok perlakuan.

Dengan demikian, praktikum fisiologi tumbuhan ini dapat menjadi sarana edukasi dalam mengembangkan pemahaman mahasiswa berdasarkan praktik biologi untuk menciptakan generasi biologi yang kompeten.
Penulis: Nabiha Fatnunnisa
Dokumentasi: Nabiha Fatnunnisa