Pada hari Minggu, 24 Maret 2024 di Gedung PPBS B Ruang 102 dilakukan kegiatan Pioneers 2.0 “SEREALS” oleh Departemen Mammalogi Himbio Unpad. Pioneers atau Preparation of Biological Research Activities adalah kegiatan pelatihan dan persiapan pada mahasiswa Biologi Unpad untuk melakukan penelitian di bidang konservasi yang meliputi beberapa cabang, salah satunya mammalogi dengan tajuk “SEREALS” atau Research Learning and Observation About Arboreal Mammals.

Pembukaan Oleh Penanggung Jawab Kegiatan
Kegiatan ini membahas tentang primata arboreal, mulai dari cara penelitian dan observasi, hal-hal yang harus diperhatikan, data yang diambil ketika di lapangan, dan informasi terkait lainnya. Pemateri pada kegiatan ini yaitu Kang Iqbal Abi Yaghsyah, S.Si, alumni Biologi Unpad Angkatan 2017 yang memiliki pengalaman dalam penelitian terkait primata arboreal. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjut dengan pematerian, tanya jawab, dan diakhiri dengan kuis untuk menguji pemahaman peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Sambutan Ketua Himpunan
Dijelaskan oleh Kang Abi bahwa primata merupakan salah satu kelas hewan tercerdas karena memiliki kemampuan kognitif yang tinggi. Primata terbagi menjadi 2 jenis berdasarkan habitat dan cara hidupnya, yaitu primata terestrial yang beradaptasi dalam lingkungan permukaan dan primata arboreal yang beradaptasi hidup pada pepohonan.
Untuk melakukan penelitian mengenai primata, ada beberapa perlengkapan yang diperlukan seperti datasheet/worksheet, jam tangan, GPS (Global Positioning System), perlengkapan lapangan seperti jas hujan, sepatu lapangan, P3K, penyimpanan data dan peralatan seperti tas anti air, storage (jika mengambil datga menggunakan alat elektronik), kamera, ethogram, dan binokuler. Untuk pengamatan primata nokturnal, beberapa alat tambahan yang digunakan seperti headlamp dengan filter merah, dan senter tangan dengan cahaya merah.

Pematerian
Untuk melakukan pengamatan pada primata arboreal dapat melakukan pendekatan berdasarkan tujuan penelitian dengan memperhatikan waktu pengamatan, perilaku, ataupun jumlah individu. Pengamatan primata dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu sepanjang hari untuk menangkap berbagai perilaku yang mungkin terjadi pada saat-saat yang berbeda. Misalnya, aktivitas makan mungkin lebih sering terjadi di pagi dan sore hari, sementara periode istirahat mungkin lebih sering terjadi di siang hari. Pengamatan malam hari juga dapat dilakukan untuk spesies yang aktif di malam hari (spesies nokturnal). Apabila tujuan riset berfokus pada interaksi sosial dalam kelompok sosial primata, dibutuhkan durasi pengamatan yang lebih banyak untuk dapat mendata semua aktivitas yang dilakukan pada durasi waktu tertentu. Selain itu, jika tujuan riset berfokus pada demografi primata, maka penelitian melibatkan waktu pengamatan dengan durasi yang lebih lama, karena peneliti harus menghitung jumlah populasi.
Primata memiliki pendengaran yang sensitif, sehingga dapat terganggu oleh suara bising. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat pengamatan, diantaranya seperti memperhatikan jarak saat pengamatan, agar tidak terlalu menarik perhatian primata, serta tidak boleh berisik sehingga primata tidak terganggu. Banyak informasi yang didapatkan dari kegiatan ini yang bermanfaat untuk mengenal primata arboreal lebih dekat. Kegiatan ini merupakan satu diantara beberapa rangkaian kegiatan Pioneers 2.0: SEREALS berupa pematerian untuk mempersiapkan rangkaian kegiatan berikutnya berupa praktik langsung terkait primata arboreal. Jadi, nantikan informasi serial Pioneers 2.0 berikutnya.
Penulis: Muhammad Fadhli Amanullah, Haifa Zahira
Editor: Dr. Eneng Nunuz Rohmatullayaly, M.Si.