Rabu, 2 Oktober 2024, Departemen Biologi Universitas Padjadjaran (Unpad) mengadakan kuliah dosen tamu bertema Mengenal Isopoda, yang diisi oleh Dr. Conni Margaretha Sidabalok, Ph.D., seorang ahli dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, BRIN. Kuliah ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Wawan Hermawan dari Departemen Biologi Unpad. Perkuliahaan terbuka ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa Biologi Unpad dari berbagai angkatan terutama angkatan 2023 yang mengambil mata kuliah taksonomi hewan.

Pengenalan Umum tentang Isopoda
Dr. Conni memulai kuliah dengan memperkenalkan apa itu Isopoda, yang termasuk dalam klasifikasi Crustacea. Hingga saat ini, telah ditemukan sekitar 10.792 jenis Isopoda yang tersebar di berbagai ekosistem, dengan sebagian besar berukuran kecil. Isopoda memiliki ciri khas seperti tidak memiliki karapaks dan memiliki bentuk tubuh yang beragam tergantung habitatnya.

Anatomi, Habitat, dan Peran Isopoda
Dr. Conni menjelaskan secara detail anatomi tubuh Isopoda, mulai dari bagian-bagian tubuh hingga fungsi masing-masing organ. Ia juga membahas berbagai habitat di mana Isopoda ditemukan, mulai dari lingkungan laut dalam hingga daerah pesisir.
Selain itu, salah satu topik menarik yang dibahas adalah peran Isopoda sebagai bioindikator lingkungan, di mana spesies tertentu dapat digunakan untuk menilai kesehatan suatu ekosistem. Selain sebagai parasit, Isopoda juga memiliki peran ekologi yang penting.
Studi tentang Suku Cirolanidae
Dr. Conni juga mendiskusikan mengenai Cirolanidae, sebuah suku Isopoda yang kaya jenis dan mendominasi di wilayah tropis, khususnya ekosistem terumbu karang. Central Indo Pacific memiliki keanekaragaman tertinggi untuk kelompok ini, dengan 69 marga dan sekitar 430 jenis yang ditemukan di dunia.
Dalam penjelasan lebih lanjut, Dr. Conni memperlihatkan contoh visual dari kelompok Cirolana ‘parva-group’ dan ‘pleonastica-group’, sambil menjelaskan perbedaan morfologi di antara keduanya. Ia juga menyinggung kelompok lain, yakni Cirolana ‘comata-group’.
Dr. Conni berharap kedepannya Indonesia tidak hanya mengenal hewan-hewan seperti vertebrata akan tetapi, hewan-hewan invertebrata yang masih dipandang sebelah mata di Indonesia. Dibandingkan dengan negara lain yang menggunakan isopoda untuk tujuan forensik.
Penulis: Thomas Argyarich Jefferson
Dokumentasi: Muhammad Fadhli Amanullah