Tasikmalaya, 23 April 2026 — Dosen Biologi FMIPA Universitas Padjadjaran melaksanakan kegiatan Research Trip to Tasikmalaya bersama Prof. Olubukola Oluranti Babalola dalam rangka Pengabdian Pada Masyarakat (PPM). Kegiatan ini mengusung tema “Empowering Organic SRI Rice Farming Communities through Rhizosphere Microbiome Applications in Tasikmalaya”.
Prof. Babalola merupakan akademisi asal Nigeria yang berdomisili di Afrika Selatan dan berafiliasi dengan North-West University, South Africa. Kehadiran Prof. Babalola dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan pertanian berkelanjutan, khususnya melalui penerapan ilmu biologi dan mikrobioma rizosfer pada sistem pertanian padi organik.


Kegiatan ini berfokus pada diskusi dan studi banding mengenai kondisi pertanian padi di Tasikmalaya dan Afrika Selatan. Beberapa topik utama yang dibahas meliputi kondisi lahan sawah, penyakit tanaman, serangan hama, serta teknologi pertanian yang digunakan, terutama dalam sistem pertanian organik. Diskusi juga mencakup strategi pengendalian hama dan penyakit yang diterapkan di kedua wilayah.
Selain aspek budidaya, kegiatan ini turut membahas berbagai faktor pendukung dalam pengembangan padi organik, seperti peraturan dan regulasi pertanian organik, minat masyarakat terhadap produk padi organik, harga pasar, sistem distribusi, serta proses sertifikasi padi organik. Pembahasan ini menjadi penting karena pengembangan pertanian organik memerlukan dukungan tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari aspek kebijakan, ekonomi, dan penerimaan masyarakat.


Dosen Biologi Unpad bersama Prof. Babalola juga mendiskusikan bentuk dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian di Tasikmalaya dan Afrika Selatan. Melalui studi banding ini, petani dan stake holder memperoleh gambaran mengenai peran kebijakan dan program pendampingan dalam memperkuat komunitas petani serta mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Isu regenerasi petani juga menjadi salah satu topik penting dalam kegiatan ini. Diskusi membahas minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian serta upaya yang dapat dilakukan untuk menarik anak muda agar melihat pertanian sebagai bidang yang inovatif, produktif, dan memiliki prospek masa depan. Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, termasuk pemanfaatan mikrobioma rizosfer, dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan pertanian sebagai bidang yang modern dan relevan.
Selain itu, kegiatan ini juga membahas penyebaran varietas padi, termasuk varietas yang berkembang di Afrika Selatan dan varietas unggulan yang sedang didistribusikan. Salah satu perhatian dalam diskusi adalah potensi pengembangan varietas unggul yang tidak hanya mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga memiliki nilai gizi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan PPM ini, Program Studi Biologi FMIPA Unpad berupaya memperkuat peran ilmu biologi dalam mendukung pertanian organik dan berkelanjutan. Penerapan mikrobioma rizosfer diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan ilmiah untuk meningkatkan kesehatan tanah, mendukung produktivitas tanaman, serta memperkuat komunitas petani padi organik SRI di Tasikmalaya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pertukaran pengetahuan antara akademisi, peneliti, dan komunitas petani dalam mengembangkan solusi pertanian berbasis sains yang kontekstual, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Penulis: Thomas Argyarich Jefferson
Editor: Nabiha Fatnunnisa