Jatinangor, 9 Mei 2025 – Kegiatan Kajian Muslim (KAMUS) ke-2 telah sukses diselenggarakan di Masjid Nurul Ilmi, FMIPA Universitas Padjadjaran. Kajian kali ini menghadirkan Kang Muhammad Hilmi Arkan sebagai pemateri, dengan mengangkat tema “Dakwah Digital: Strategi Media Sosial untuk Kampanye Kemanusiaan Palestina.”

Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman mengenai pentingnya peran dakwah di era digital, khususnya dalam merespons isu-isu kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina. Kang Hilmi membuka kajian dengan mengulas sejarah dan permasalahan Palestina, sekaligus mengingatkan kembali kejadian-kejadian penting yang masih relevan hingga hari ini.
Dalam pemaparannya, Kang Hilmi menegaskan bahwa dakwah sejatinya adalah upaya menyeru manusia kepada Allah dan membebaskan mereka dari segala bentuk penghambaan selain kepada-Nya. Seiring perkembangan zaman, media sosial menjadi sarana yang sangat efektif dalam menyebarkan pesan-pesan dakwah dan kampanye kemanusiaan.


Ia menyebutkan bahwa dakwah digital bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggalang bantuan, menyebarkan informasi yang benar, memberikan dukungan moril dan materil, serta melawan propaganda dan narasi bohong dari pihak musuh. Ungkapan “Whoever controls the media, controls the minds” menjadi pengingat bahwa media memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik.
“Media adalah corong informasi yang bisa menjadi sumber inspirasi atau intimidasi. Ia mampu merepresentasikan realita atau bahkan menyebarkan hoaks,” ujarnya.


Agar tidak terjebak dalam arus informasi yang salah, Kang Hilmi menekankan pentingnya mencari informasi dari sumber yang kredibel, seperti mereka yang pernah turun langsung ke lapangan dan memiliki kapasitas keilmuan yang memadai, serta dari media terpercaya seperti Al Jazeera. Selain itu, sikap kritis terhadap informasi yang diterima juga perlu terus diasah.
Kajian ini ditutup dengan pesan mendalam bahwa jika nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman telah tertanam dalam diri seseorang, maka nilai-nilai itulah yang akan menjadi penjaga diri dalam bertindak dan bermedia di tengah kompleksitas dunia digital saat ini.

Penulis: Rahmat Hibatul Hadi
Dokumentasi: Rahmat Hibatul Hadi & Haykal Avisenna Fachruddin