Jatinangor – Mahasiswa Magister (S2) Departemen Biologi FMIPA Universitas Padjadjaran, Thomas Argyarich Jefferson, berhasil menorehkan prestasi akademik dengan menjadi penulis utama (first author) dalam artikel ilmiah internasional berjudul “Plant growth-promoting fungi (PGPF) for controlling rice diseases: a sustainable approach”. Artikel tersebut telah dipublikasikan pada jurnal bereputasi Cogent Food & Agriculture (2026, Vol. 12, No. 1).


Sebagai penulis utama, Thomas memimpin penyusunan artikel review komprehensif yang membahas potensi Plant Growth-Promoting Fungi (PGPF) sebagai strategi berkelanjutan dalam mengendalikan berbagai penyakit utama tanaman padi (Oryza sativa L.). Dalam artikelnya, ia mengulas ancaman serius penyakit seperti rice blast, sheath blight, brown spot, hingga bacterial blight yang dapat menyebabkan kehilangan hasil panen secara signifikan serta berdampak pada ketahanan pangan global.
Artikel ini menekankan bahwa ketergantungan pada fungisida dan bakterisida kimia memang memberikan efek cepat, namun dalam jangka panjang menimbulkan berbagai masalah seperti resistensi patogen, degradasi lingkungan, serta risiko kesehatan bagi petani. Sebagai alternatif, PGPF ditawarkan sebagai solusi ramah lingkungan karena mampu bekerja melalui berbagai mekanisme biologis, antara lain mycoparasitism (serangan langsung terhadap patogen), antibiosis (produksi senyawa antimikroba), serta induced systemic resistance (ISR) yang mengaktifkan sistem pertahanan tanaman secara menyeluruh.
Selain berperan dalam pengendalian penyakit, PGPF juga berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman, efisiensi penyerapan nutrisi, serta ketahanan terhadap stres biotik dan abiotik. Artikel ini juga membahas tantangan implementasi di lapangan, termasuk konsistensi efektivitas di berbagai kondisi agroekosistem, pengembangan formulasi biofertilizer yang stabil, hingga aspek komersialisasi dan regulasi produk hayati.
Keberhasilan Thomas sebagai mahasiswa magister yang mampu memimpin publikasi di jurnal internasional bereputasi menunjukkan kapasitas riset dan daya saing global mahasiswa Biologi Unpad dalam bidang interaksi tanaman–mikroba dan pengendalian hayati. Karya ini membuka ruang pengembangan strategi pengendalian penyakit padi yang lebih resilien di tengah tantangan perubahan lingkungan dan dinamika produksi pangan global.
Artikel lengkap dapat dibaca dengan menekan tombol di bawah ini 👇:
Penulis: Rahmat Hibatul Hadi