Jatinangor, 12 Juni 2026 – Mahasiswa Biologi Unpad semester 2 melakukan kegiatan praktikum struktur dan fisiologi hewan 1 dengan fokus bahasan fungsi sistem saraf dan indera. Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk menjelaskan peristiwa bioelektrik pada katak, melakukan pemeriksaan keseimbangan pada kodok, melakukan pemeriksaan gerak refleks pada kodok dan manusia, serta menentukan jenis refleks berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dan juga melakukan pemeriksaan terhadap alat-alat indera, diantaranya pemeriksaan mata, telinga, lidah dan kulit. Praktikum dilaksanakan pada 11 Juni 2026, tepatnya di Laboratorium Ajar 1 dan 2, Gedung Departemen Biologi, Universitas Padjadjaran.
Sebelum melakukan praktikum, seluruh mahasiswa diberikan responsi pematerian oleh Dr. Yasmi Purnamasari Kuntana, S.Si., MP. di Laboratorium Ajar 1. Responsi pematerian yang diberikan merupakan pencerdasan awal bagi mahasiswa agar tidak keliru selama sesi praktik, di mana dosen memberikan materi berupa penjelasan secara umum mengenai bagian-bagian indera dan langkah-langkah praktikum yang akan dilakukan.

Pada praktik refleks kodok, kegiatan praktik dilakukan oleh asisten laboratorium dan perwakilan mahasiswa praktikan. Praktik diawali dengan seekor kodok yang dirusak bagian otaknya dengan menggunakan sonde. Kemudian, kodok tersebut diberi perlakuan berupa rangsangan mekanik, listrik, dan rangsangan kimia. Pemberian perlakuan bertujuan untuk membandingkan jenis refleks pada kodok yang dirusak otaknya dan kodok normal. Mahasiswa tampak antusias menyaksikan pemeriksaan saraf refleks kodok, karena merupakan praktik perdana yang disaksikan mahasiswa semester 2 dengan menggunakan kodok sebagai objek uji.


Praktikum dilanjutkan dengan praktik pemeriksaan indera manusia yang dilakukan dengan moving stand, di mana setiap stand asisten laboratorium memiliki pemeriksaan indera yang berbeda. Praktik dilakukan secara berkelompok dengan didampingi oleh satu asisten laboratorium.
Pada stand pertama, dilakukan pemeriksaan refleks manusia dan indera pengecap. Perwakilan anggota kelompok bergantian untuk menjadi subjek dalam melakukan pemeriksaan refleks dengan memeriksa refleks tendon melalui rangsangan mekanik. Subjek diperiksa dalam keadaan duduk dengan menyilangkan kaki dengan tungkai bawah yang tergantung, refleks diperiksa dengan mengetuk ligamentum patellae. Percobaan kedua, subjek diperiksa dari tendon Achilles dengan posisi berdiri menggunakan satu kaki yang berlutut pada kursi. Selama melakukan percobaan, lengan subjek harus lurus dan diketuk bagian tendon biseps brachii dan triseps brachii.
Selain pemeriksaan refleks tendon manusia, pemeriksaan indera pengecap juga dilakukan di stand pertama. Satu perwakilan kelompok dijadikan sebagai subjek percobaan dan satu anggota lain yang melakukan uji. Subjek percobaan ditutup matanya dan berkumur dengan air. Anggota yang melakukan percobaan menyiapkan cotton bud dan mencelupkan cotton bud ke dalam beberapa cairan yang telah disiapkan. Cairan tersebut diantaranya larutan gula 5%, larutan NaCl 5%, larutan kina 1%, dan jeruk nipis. Pada larutan gula 5%, mahasiswa penguji mencelupkan cotton bud dan mengoleskannya ke bagian ujung dan belakang lidah. Subjek merasakan bagian yang lebih sensitif terhadap rasa manis, kemudian berkumur menggunakan air. Percobaan tersebut dilakukan berulang dengan jenis cairan yang berbeda.


Pada stand 2, percobaan dilakukan dengan pemeriksaan mata, di mana perobaaan ini dilakukan untuk menentukan bintik buta pada alat indera mata. Percobaan dimulai dengan mengamati objek pada jarak tertentu dengan satu mata ditutup hingga objek hilang dari penglihatan. Objek yang menghilang menunjukkan bahwa bayangan jatuh tepat pada bintik buta retina.

Mahasiswa melakukan pemeriksaan indera pendengaran di stand 3, di mana perwakilan mahasiswa yang menjadi subjek ditutup matanya menggunakan kain. Mahasiswa yang melakukan percobaan mendencingkan kunci dalam jarak dan arah tertentu, subjek menebak arah datang suara. Setiap tebakan arah yang benar ditandai dalam lembar kerja.

Pada stand terakhir, mahasiswa melakukan pemeriksaan indera peraba dengan cara kulit diberikan sensasi rangsangan berupa panas dan dingin, serta tekanan untuk merasakan nyeri. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari reseptor sensorik pada kulit serta kemampuan kulit dalam membedakan rangsangan.

Melalui praktikum ini, Departemen Biologi Unpad berharap mahasiswa dapat menghubungkan teori di kelas dengan praktik di laboratorium, sehingga mampu meningkatkan keterampilan praktik analisis, observasi, dan dapat menginterpretasikan hasil percobaan dalam bentuk laporan. Pengalaman praktikum ini juga diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa untuk melanjutkan studi biologi yang lebih mendalam.
Penulis: Nabiha Fatnunnisa
Dokumentasi: Nabiha Fatnunnisa & Viola Anindita Dewi