Pangandaran, 10 Juni 2025 – Salah satu dosen dari Departemen Biologi Universitas Padjadjaran, Dr.rer.nat Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi, M.Si, tengah melakukan penelitian ekstensif mengenai potensi bioekologis dari dua ekosistem pesisir penting: lamun (seagrass) dan mangrove. Penelitian ini berfokus pada layanan ekosistem yang dihasilkan, terutama dalam kaitannya dengan mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan penyimpanan karbon (carbon capture).

“Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bioprospek dari sumber daya hayati laut, termasuk bagaimana ekosistem seperti Padang lamun dan mangrove dapat memberikan layanan ekosistem yang berdampak bagi kehidupan,” ujar Dr.rer.nat Tri Dewi di lokasi penelitian di kawasan Pantai Karapyak.
Melalui pendekatan multidisiplin, Dr.rer.nat Tri Dewi bersama tim mahasiswanya mengidentifikasi keragaman hayati yang tinggi di ekosistem lamun, termasuk lebih dari 40 spesies makroalga yang telah teridentifikasi, serta berbagai gastropoda dan jenis lamun lainnya. Penelitian ini juga mencakup pengukuran kapasitas ekosistem dalam menyerap dan menyimpan karbon, yang penting dalam meredam dampak pemanasan global.


Metodologi yang digunakan merupakan kombinasi antara pengamatan langsung di lapangan dan analisis laboratorium dengan pendekatan non-destruktif. Data yang diperoleh akan dipetakan untuk menunjukkan distribusi dan konsentrasi karbon dalam ekosistem lamun di Pantai Karapyak.
Namun, Dr.rer.nat Tri Dewi juga menyoroti tantangan utama dalam penelitian ini, terutama terkait aktivitas manusia seperti perkembangan pariwisata dan aliran air tawar dari daratan yang mempengaruhi salinitas laut. “Dampaknya sangat terasa, seperti menurunnya populasi makroalga di beberapa titik,” ungkapnya.


Dalam pengelolaan data, Dr.rer.nat Dewi berharap adanya dukungan fasilitas penelitian yang lebih dekat dengan laut, seperti mikroskop lapangan, agar spesimen bisa didokumentasikan secara langsung dan dikembalikan ke alam tanpa harus dibawa ke laboratorium jauh.
Penelitian ini juga membuka peluang kolaborasi, baik dengan institusi lain maupun mahasiswa. “Saya mencari mahasiswa yang memiliki dasar ekologi perairan, cepat beradaptasi di lapangan, serta mampu berpikir dan bertindak cepat,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya etika dalam riset kelautan, yakni tidak membawa pulang spesimen hidup kecuali untuk keperluan penelitian.

Dengan penelitian ini, Dr.rer.nat Dewi berharap dapat memperkuat upaya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem pesisir serta memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya Padang lamun dan mangrove sebagai penyangga kehidupan laut dan darat.
Penulis: Rahmat Hibatul Hadi
Dokumentasi: Muhammad Fadhli Amanullah