Pada tanggal 15-16 November 2024, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Tracking Changes Over Time for Biodiversity Conservation and Human Welfare” di kampus UI, Depok. Acara ini menjadi ajang pertemuan para ahli taksonomi tumbuhan dari berbagai negara untuk membahas perkembangan terkini dalam konservasi keanekaragaman hayati dan kesejahteraan manusia.

Salah satu pencapaian membanggakan dalam seminar tersebut diraih oleh Bapak Dr. Suryana, MP., dosen Departemen Biologi FMIPA Universitas Padjadjaran (Unpad). Beliau berhasil meraih penghargaan “Best Poster” atas presentasinya yang berjudul “Ethnobotany of Ferns (Pteridophyta) in Cibeurih Hamlet, Nagarawangi Village, Rancakalong Sub-District, Sumedang District, West Java”. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengetahuan tradisional masyarakat Sunda dalam upaya konservasi tumbuhan paku, yang merupakan bagian integral dari keanekaragaman hayati Indonesia.
Dr. Suryana, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S-1 Biologi FMIPA Unpad, telah lama fokus pada penelitian taksonomi tumbuhan dan etnobotani. Karyanya tidak hanya berkontribusi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penghargaan ini menjadi bukti dedikasi dan kontribusi beliau dalam bidang taksonomi.
Seminar internasional ini dihadiri oleh para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai institusi, baik nasional maupun internasional. Diskusi yang berlangsung mencakup berbagai topik, mulai dari perubahan ekosistem, strategi konservasi, hingga peran keanekaragaman hayati dalam meningkatkan kesejahteraan manusia. Acara ini juga menjadi platform bagi para peserta untuk berbagi hasil penelitian, membangun jaringan, dan menjajaki peluang kolaborasi di masa depan.
Prestasi yang diraih oleh Bapak Dr. Suryana diharapkan dapat menginspirasi para peneliti lain untuk terus berkontribusi dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati melalui pendekatan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal. Hal ini sejalan dengan tujuan seminar untuk melacak perubahan dari waktu ke waktu demi konservasi keanekaragaman hayati dan kesejahteraan manusia.
Penulis: Thomas Argyarich Jefferson
Dokumentasi: Dr. Suryana, MP.