Minggu, 6 Oktober 2024, mahasiswa Biologi Universitas Padjadjaran (Unpad) angkatan 2022 melaksanakan kunjungan ilmiah ke Museum Geologi Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perkuliahan lapangan untuk mata kuliah Biosistematika dan Evolusi, di mana para mahasiswa dapat mempelajari berbagai peninggalan geologis yang berhubungan langsung dengan evolusi makhluk hidup dan sejarah bumi.

Museum Geologi, yang terletak di pusat kota Bandung, menyimpan berbagai koleksi fosil, mineral, serta informasi mengenai formasi batuan yang terbentuk selama jutaan tahun. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang telah dipelajari di kelas dengan bukti-bukti nyata di lapangan. Di dalam museum, mahasiswa diperkenalkan dengan banyak hal yang relevan untuk memahami proses evolusi serta hubungan antarorganisme dalam perspektif biosistematika.
Fosil: Jejak Evolusi Makhluk Hidup
Salah satu bagian yang paling menarik bagi mahasiswa adalah galeri fosil, di mana mereka dapat menyaksikan langsung jejak fosil makhluk hidup yang telah punah, seperti dinosaurus, mamalia purba, dan berbagai organisme laut prasejarah. Fosil-fosil ini memberikan bukti penting tentang keberagaman hayati pada masa lampau dan bagaimana organisme-organisme ini beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Dalam kaitannya dengan mata kuliah Biosistematika, fosil-fosil tersebut membantu mahasiswa memahami proses klasifikasi taksonomi dan evolusi filogenetik yang dapat ditelusuri melalui perubahan morfologi makhluk hidup dari waktu ke waktu.


Sebagai contoh, fosil-fosil vertebrata seperti ikan purba dan reptil laut yang dipamerkan di museum mengajarkan kepada mahasiswa tentang transisi evolusi dari kehidupan akuatik ke darat, yang menjadi salah satu titik penting dalam sejarah evolusi hewan. Mereka juga mempelajari adaptasi struktural yang memungkinkan spesies untuk bertahan dalam lingkungannya, yang kemudian diwariskan ke keturunan mereka.
Kunjungan ini tidak hanya memberikan wawasan langsung tentang bukti-bukti fosil dan batuan geologis sebagai pendukung teori evolusi, tetapi juga memperluas pemahaman mahasiswa tentang pentingnya konteks geologis dalam proses evolusi spesies. Para mahasiswa merasa bahwa melihat bukti langsung seperti ini membantu memperdalam pemahaman teoritis mereka tentang hubungan antara geologi, biosistematika, dan evolusi.
“Melihat langsung fosil dan batuan geologi di museum benar-benar membuka wawasan kami tentang bagaimana kehidupan di bumi telah berkembang selama jutaan tahun. Hal ini juga membuat kami lebih paham tentang betapa kompleksnya hubungan antara berbagai makhluk hidup dalam evolusi yang sistematis,” ungkap salah satu mahasiswa.
Kunjungan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih mendalami materi biosistematika dan evolusi, serta menyadari pentingnya ilmu geologi dalam memahami sejarah kehidupan di bumi.
Penulis: Thomas Argyarich Jefferson
Dokumentasi: Muhammad Fadhli Amanullah