Bandung, 5 Oktober 2025 — Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) Universitas Padjadjaran kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan tahunan BIOSFER 3.0. Tahun ini, BIOSFER mengusung tema besar “Lestari”, dengan fokus utama pada kampanye pelestarian anggrek hitam (Coelogyne pandurata) — salah satu flora endemik Indonesia yang kini berstatus terancam punah.
Kegiatan kampanye bertajuk “Save Anggrek Hitam” ini digelar pada Minggu, 5 Oktober 2025 di kawasan Car Free Day (CFD) Dago, Bandung, mulai pukul 06.00 WIB. Melalui kegiatan ini, HIMBIO berupaya mengedukasi masyarakat umum mengenai pentingnya menjaga keberagaman hayati Indonesia, khususnya flora endemik yang memiliki nilai ekologis dan budaya tinggi.

Edukasi dan Interaksi dalam Satu Ruang
Dalam kegiatan tersebut, BIOSFER menghadirkan booth edukatif yang menampilkan mading interaktif berisi informasi mengenai keanekaragaman flora endemik Indonesia. Mading ini terbagi menjadi dua bagian utama:
- Edukasi umum tentang flora endemik di berbagai wilayah Indonesia.
- Sorotan khusus terhadap anggrek hitam sebagai simbol pelestarian dan kekayaan hayati Nusantara.
Melalui media visual dan informasi yang mudah dipahami, pengunjung diajak mengenal lebih dekat pentingnya pelestarian anggrek hitam, baik dari sisi ekologis, ilmiah, maupun sosial.
Aktivitas Kreatif dan Partisipatif
Selain memberikan edukasi, BIOSFER 3.0 juga menghadirkan berbagai kegiatan interaktif, seperti games berhadiah dengan pertanyaan seputar flora endemik dan konservasi. Pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar berkesempatan memperoleh hadiah menarik, sekaligus memperdalam pemahaman tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian adalah mural interaktif paint-by-number, di mana pengunjung dapat turut serta mewarnai mural bertema konservasi. Aktivitas ini tidak hanya memperindah booth BIOSFER, tetapi juga menjadi simbol keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian flora Indonesia.
Untuk menambah daya tarik, panitia juga menyediakan photobooth dan photostrip yang dapat digunakan pengunjung untuk mengabadikan momen mereka selama kegiatan berlangsung. Fasilitas ini menjadi daya tarik bagi kalangan muda yang ingin berpartisipasi dalam kampanye pelestarian sambil menikmati suasana CFD.
Kolaborasi untuk Konservasi Nyata
Selain kegiatan di lapangan, BIOSFER juga membuka donasi publik melalui platform AyoBantu.com, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program konservasi anggrek hitam di Kebun Raya Balikpapan. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara HIMBIO Universitas Padjadjaran dan Yayasan Sekatha, yang berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem Kalimantan Timur.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab ilmuwan, tetapi juga masyarakat luas. Anggrek hitam adalah simbol penting kekayaan hayati Indonesia yang harus kita jaga bersama,” ujar salah satu panitia BIOSFER 3.0.
Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan
Kegiatan BIOSFER 3.0 ini menjadi bentuk nyata sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga konservasi dalam menjaga kelestarian alam Indonesia. Diharapkan, kampanye Save Anggrek Hitam dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi aktif dalam upaya pelestarian flora endemik, sekaligus memperkuat peran mahasiswa biologi sebagai agen perubahan di bidang konservasi.

Dengan semangat “Lestari”, BIOSFER 3.0 HIMBIO Universitas Padjadjaran terus berupaya menjadikan ilmu biologi bukan hanya sebagai pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai sarana aksi nyata untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup Indonesia.
Penulis: Rahmat Hibatul Hadi
Dokumentasi: Panitia BIOSFER 3.0