Aulia Shafa Kamila Anwar merupakan mahasiswi Program Studi Biologi Universitas Padjadjaran Angkatan 2021 yang berhasil menoreh prestasi di tingkat nasional. Aulia dan satu tim debat lainnya berhasil mewakili Universitas Padjadjaran dalam NUDC 2023. Kegiatan tersebut berlangsung pada 5 sampai 12 Juni 2023 secara luring di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.
Ia meraih penghargaan sebagai Juara Ketiga untuk kategori Juri Terbaik (N1 Adjudicator) pada lomba National University Debating Championship (NUDC) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Selain itu, tim debat berhasil hingga quarter final, dan salah satu pembicara di tim berhasil meraih penghargaan Top 20 Pembicara Terbaik. Berbeda dengan tim yang berlomba untuk berdebat, Aulia menjadi utusan kampus sebagai juri institusi. Ia dinilai berdasarkan deliberasi, diskusi, dan pendapat yang diberikannya atas tim yang telah melaksanakan debat.
Sebelum berlomba di tingkat nasional, ia dan dan tim harus melewati seleksi tingkat Universitas yang dilakukan oleh salah satu UKM kampus. Selain data diri dan data administrasi mahasiswa, portofolio pengalaman debat diperlukan dalam seleksi tingkat Universitas. Mereka lanjut ke seleksi tingkat regional setelah berhasil lolos di tingkat universitas. Aulia dan tim perlu melewati seleksi tingkat regional wilayah 2 yang terdiri atas Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Dimana pada proses seleksi regional, tim debat berhasil meraih Juara 3 dan Juri terakreditasi lolos untuk lanjut ke tingkat nasional.

Pemberian Penghargaan Kepada Aulia Shafa Kamila Sebagai Juri Terbaik (N1 Adjudicator)
Aulia sudah tertarik dengan lomba di bidang debat sejak SMA. Pengalamannya berdebat selama SMA membuat ia bergabung dengan UKM yang fokus dalam mengasah kemampuan debat menggunakan bahasa Inggris. Langkah tersebut merupakan salah satu cara untuk terus mengembangkan minat dan bakat yang ia miliki dalam bidang debat. Cara lain yang ia lakukan untuk mengasah kemampuan dalam berdebat adalah dengan rajin membaca materi dan mengikuti berita terkini. Hal tersebut perlu dilakukan agar wawasannya menjadi semakin luas dan kemampuan berpikir kritisnya akan semakin terlatih. Ia pun mencari dan berteman dengan orang ataupun senior yang juga berpengalaman dalam bidang debat. Dengan begitu, ia memiliki kawan untuk mengasah kemampuannya berdebat, pun berbagai masukan akan didapatkannya sehingga ia dapat mengevaluasi diri dan meningkatkan kemampuannya yang dimiliki.
Dasar niat yang kuat pun ia sebutkan sebagai salah satu faktor yang diperlukan agar tetap semangat menjalani persiapan hingga proses perlombaan. Dengan niat dan usaha yang tepat, Aulia mengikuti berbagai lomba debat sebagai salah satu cara untuk mengasah kemampuannya. Ia menyebutkan jika pengalaman lomba akan melatih percaya diri, sehingga kekurangan yang dimiliki akan dapat diatasi. Proses yang dijalani pun perlu dinikmati dan jangan dibuat sebagai stress, hal tersebut Aulia sebutkan sebagai cara yang tak kalah penting dalam proses berlomba.
Kepada teman-teman yang tertarik untuk mengikuti berbagai lomba tak terkecuali lomba debat, Aulia menyarankan agar rajin untuk memantau informasi yang tersedia di berbagai media. Cari tahu timeline lomba tersebut agar latihan dan persiapan dapat segera dilakukan. Selain melalui media, informasi pun dapat dicari dalam internal universitas melalui BEM universitas, BEM Fakultas, hingga UKM yang terkait dengan lomba tersebut. Selanjutnya, segera bergabung dengan komunitas yang dapat membantu mengasah kemampuan kita dan berkonsultasi pada orang yang berpengalaman. Terakhir namun sangat penting, jangan pernah takut untuk mencoba. Coba untuk konsultasi, coba untuk mengikuti lomba sebanyak mungkin, coba agar kita dapat mengevaluasi diri sehingga kemampuan kita akan meningkat.
Penulis: Chelsea Lorinta Butarbutar