Di balik upaya menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan, mikroorganisme tanah menyimpan potensi besar yang terus dieksplorasi oleh para peneliti. Salah satu kontribusi terbaru datang dari Muhammad Haikal Algifari, mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA Universitas Padjadjaran, yang berhasil mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal internasional Sustainable Environment Vol. 11, 2025.


Artikel berjudul “Performance of hydrolytic enzymes produced by Trichoderma in sustainable crop production: Current insights and future perspectives” tersebut membahas potensi jamur Trichoderma sebagai agen hayati yang dapat mendukung sistem produksi tanaman secara lebih ramah lingkungan. Melalui kajian ilmiah ini, Haikal dan tim penulis menyoroti peran penting enzim hidrolitik yang dihasilkan oleh Trichoderma, seperti kitinase, selulase, glukanase, dan protease.
Enzim-enzim tersebut memiliki kemampuan untuk menguraikan komponen dinding sel patogen tanaman, sehingga membantu menekan perkembangan organisme penyebab penyakit. Selain berperan sebagai agen biokontrol, Trichoderma juga diketahui dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi tanah, merangsang pertumbuhan tanaman, serta memperkuat ketahanan tanaman terhadap berbagai tekanan lingkungan.
Melalui artikel ini, para penulis juga mengulas perkembangan penelitian terkini terkait pemanfaatan Trichoderma dalam pertanian modern, termasuk peluang pengembangan biofertilizer dan biofungisida yang lebih aman bagi lingkungan. Pendekatan berbasis mikroorganisme ini dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sintetis yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem.
Untuk artikel lengkapnya dapat Anda baca dengan menekan tombol berikut 👇:
Penulis: Rahmat Hibatul Hadi