Jatinangor, 25 April 2025 – Telah berlangsung kegiatan Kajian Muslim (KAMUS) #1 yang bertempat di Masjid Nurul Ilmi FMIPA Universitas Padjadjaran. Kajian ini merupakan bagian dari rangkaian kajian KAMUS yang diselenggarakan oleh Departemen ‘Askar Himbio UNPAD dan mengangkat tema yang sangat relevan pasca bulan Ramadhan, yaitu “Menjaga Konsistensi Ibadah Selepas Bulan Ramadhan di Bulan Syawal”. Kajian kali ini menghadirkan pemateri Kang Amir Mukhtar yang memberikan materi penuh makna tentang pentingnya mempertahankan semangat ibadah setelah Ramadhan berakhir.

Dalam pemaparannya, Kang Amir menjelaskan bahwa iman secara bahasa berarti percaya, sedangkan secara istilah adalah keyakinan dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan melalui perbuatan. Ia menekankan bahwa bulan Ramadhan bukanlah titik akhir dari ibadah, melainkan titik tolak untuk menjadikan ibadah sebagai bagian dari keseharian.
“Ramadhan adalah bulan suci, bulan dilipatgandakannya amal kebaikan. Namun, yang terpenting bukan hanya semangat ibadah di dalamnya, tetapi bagaimana kita menjaga konsistensinya setelah bulan tersebut berakhir,” ujar Kang Amir.


Ibadah bukan hanya kewajiban, tetapi juga wujud penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT. Ibadah adalah kebutuhan ruhiyah yang melekat pada fitrah manusia. Kang Amir juga mengingatkan bahwa kematian bisa datang kapan saja, maka penting untuk senantiasa mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal dan menjadikan hidup ini sebagai jalan menuju Allah.
Beliau juga mengajak peserta untuk merenung: “Kepada siapa kita memilih untuk menghamba?” Apakah kepada dunia, jabatan, kesenangan sesaat, atau kepada Allah yang Maha Kekal?
Dalam kajian tersebut juga disampaikan bahwa ibadah melatih mental dan spiritual (ruhiyah). Aktivitas seperti salat, zikir, dan membaca Al-Qur’an mampu memberikan ketenangan jiwa. Ini pun telah dibuktikan melalui berbagai studi, termasuk jurnal-jurnal ilmiah yang menunjukkan bahwa zikir dapat memberikan efek positif terhadap kestabilan emosional dan psikologis seseorang.

Namun, tantangan terbesar setelah Ramadhan adalah mempertahankan kualitas iman. Faktor-faktor yang dapat melemahkan iman antara lain adalah kebiasaan melakukan maksiat dan dosa, terlalu sibuk mengejar urusan duniawi, serta berada di lingkungan yang buruk. Oleh karena itu, penting untuk senantiasa menjaga lingkungan yang mendukung dan terus memperbaiki diri.
Sebagai penutup, kajian ini mengangkat ayat Al-Qur’an dari surat Al-An’am ayat 32:
“Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”
Setelah kajian, dilakukan sesi tanya jawab kepada peserta yang memiliki pertanyaan. Peserta begitu antusias ketika sesi tanya jawab. Keigiatan diakhiri penyerahan sertifikat dan sesi foto bersama.


Kajian Muslim #1 ditutup dengan harapan agar para peserta dapat terus menjaga semangat ibadah dan memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari, tak hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang hayat.
Penulis: Rahmat Hibatul Hadi
Dokumentasi: Haykal Avisenna Fachruddin