Pembuatan Herbarium Kering dalam Kelas Koleksi Spesimen Hayati
Jatinangor, Kamis, 13 Maret 2025 — Mahasiswa program studi Biologi mengikuti kegiatan praktik dalam rangka perkuliahan Mata Kuliah Koleksi Spesimen Hayati. Kegiatan ini dilaksanakan di Departemen Biologi kampus Jatinangor dan difokuskan pada pembuatan koleksi herbarium kering dari sampel daun dan bunga bambu.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Dr. Budi Irawan, M.Si. Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan pada teknik dasar pengawetan spesimen tumbuhan yang menjadi bagian penting dalam dokumentasi keanekaragaman hayati.
Prosedur pembuatan herbarium kering dimulai dengan pengumpulan spesimen daun dan bunga dari tanaman bambu yang telah ditentukan. Setelah itu, spesimen dibersihkan dari kotoran seperti debu atau serangga kecil, kemudian disusun secara hati-hati di antara lembaran kertas koran agar tidak merusak struktur dan morfologinya. Selanjutnya, spesimen yang telah disusun dipres menggunakan alat pengepres (plant press) dan dikeringkan selama beberapa hari. Setelah benar-benar kering, spesimen dipindahkan ke lembaran karton khusus dan diberi label berisi informasi ilmiah seperti nama spesies, lokasi dan tanggal pengambilan, serta nama kolektor.


Tujuan dari pembuatan herbarium kering adalah untuk mendokumentasikan spesimen tumbuhan secara ilmiah agar dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam penelitian, pendidikan, serta konservasi keanekaragaman hayati. Herbarium juga berfungsi sebagai arsip permanen yang dapat diakses oleh peneliti di masa mendatang untuk studi taksonomi, ekologi, maupun perubahan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori koleksi spesimen, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dalam metode dokumentasi yang menjadi dasar penting dalam ilmu biologi.
Penulis: Rahmat Hibatul Hadi
Dokumentasi: Haykal Avisenna Fachruddin